AD (728x90)

Selamat Datang. Ini 9 Alasan Memilih AlatLab.org

Click Me!

Para Pelanggan Kami ~ AlatLab.org

Silica Gel untuk ‘Dry Flower’ (Bunga Kering)


Apakah Anda tetap ingin menghias rumah dengan bunga sekalipun tanaman sedang tidak berbunga? Anda dapat mengeringkan bunga kesukaan Anda di rumah. Ada banyak cara mengeringkan bunga, dan bagian dari kesenangan kegiatan tersebut adalah bereksperimen untuk menemukan cara pengeringan terbaik untuk setiap jenis bunga.

Metode 1 dari 5: Mengeringkan Bunga dengan Udara
  1. Petiklah bunga. Sebagian besar pengeringan bunga dengan udara (diangin-anginkan) yang terbaik adalah ketika bunga baru mulai mekar. Bunga tersebut akan berlanjut mekar sedikit selama pengeringan, dan bunga yang terbuka penuh akan kehilangan kelopak-kelopaknya. Cara pengeringan ini berhasil paling baik untuk jenis bunga berukuran kecil dan kuat, seperti bunga lavendel atau bunga larkspur/delphinium/dolphin.
  2. Setelah pengeringan, kondisi layu dan kerusakan oleh hama menjadi lebih jelas. Pilihlah hanya bunga dengan kondisi terbaik, dan petiklah tambahan kalau-kalau terjadi masalah.
  3. Siapkan bunga dalam beberapa ikatan. Bersihkan semua daun dari setiap tangkainya. Pisahkan bunga menurut jenisnya, kemudian buatlah beberapa ikatan yang masing-masing berisi hingga 10 tangkai bunga. Sebagai pilihan, bunga berukuran besar seperti hydrangea/hortensia, mawar, dan peony harus dikeringkan secara individual. 
  4. Bunga strawflower/helichrysum (si emas abadi) dan beberapa spesies lain memiliki tangkai yang lemah yang akan patah jika dikeringkan. Sebagai alternatif, potonglah tangkainya lalu susupkan kawat, yang biasa dijual di toko bunga, melewati pangkal bunga.
  5. Ikatlah ujung dari setiap berkas bunga dengan karet gelang. Lilitkan karet gelang yang besar mengelilingi dua atau tiga tangkai, lalu lilitkan beberapa kali mengelilingi seluruh berkas, kemudian akhiri dengan melilitkannya mengelilingi dua atau tiga tangkai yang lain. Ketika kering, tangkai bunga akan menyusut, tetapi karet gelang tersebut akan tetap kuat mengikat seluruh berkas.
  6. Karet gelang tidak harus menekan terlalu kuat sehingga akan melipat tangkai; lipatan tersebut dapat menimbulkan kantong lembap dan membuatnya busuk. Jika Anda mengkhawatirkan hal tersebut, sebagai alternatif ikatlah berkas tangkai dengan benang atau tali rafia. Anda mungkin perlu mengikat ulang benang tersebut di tengah proses pengeringan.
  7. Gantung ikatan bunga secara terbalik. Simpanlah di tempat yang kering, gelap dan hangat, untuk mencegah pembusukan serta meminimalkan pemudaran warna.  Sirkulasi udara membantu bunga menjadi kering dan mencegah tumbuhnya jamur, jadi simpanlah berkas bunga dalam area dengan sirkulasi udara silang yang bagus, dengan jarak minimal 15 cm di bawah plafon.
  8. Anda dapat menggantung bunga pada pengait/cantelan, paku, atau gantungan pakaian. Salah satu cara mudah untuk melakukannya adalah membengkokkan penjepit kertas (klip) membentuk huruf S. Masukkan salah satu ujung di sebelah bawah karet gelang, dan ujung yang lain melewati pengait.
  9. Tunggulah selama 2–4 minggu. Proses selesai saat kelopak-kelopak bunga terasa kering saat disentuh. Adakalanya seikat bunga memerlukan waktu lebih lama dari empat minggu, biasanya karena kondisi ruangan tidak ideal atau kelopak bunga memiliki ketebalan yang tidak biasa.
  10. Tangkai bunga biasanya kering dalam keadaan lurus. Jika Anda ingin lekukan yang lebih alami, rendamlah tangkai bunga dalam air hangat hingga menjadi lembut. Tekuklah tangkai sebagaimana Anda inginkan, dan tahanlah tangkai pada posisi tersebut dengan suatu beban hingga bunga kembali kering.
  11. Awetkan bunga dengan semprot rambut/hairspray (opsional). Semprotan tipis aerosol dari semprot rambut atau bahan pelapis bunga (floral sealer) akan menstabilkan bentuk bunga. Semprotan tersebut akan membuat bunga tidak mudah patah ataupun menggugurkan kelopaknya.
Metode 2 dari 5: Melakukan Pengepresan pada Bunga:
  1. Pilihlah bunga yang Anda inginkan. Pengepresan memberikan hasil terbaik jika dilakukan pada jenis bunga berbentuk datar dan berukuran kecil, seperti bunga pansy dan bunga lilac. Hindari jenis bunga bertangkai gemuk atau berkelopak sangat tebal, yang dapat berakhir dengan kerusakan.
  2. Letakkan bunga di atas kertas kering. Letakkan bunga di atas kertas matte—jenis kertas cetak yang kusam—yang tidak mengilap, seperti kertas koran, kertas karton, atau kertas tisu. Aturlah bunga dalam satu lapis, lalu tutuplah bagian atasnya dengan kertas kering lain.
  3. Semakin bersifat menyerap kertas yang Anda gunakan semakin bagus hasilnya. Cobalah menempatkan bunga di antara kertas koran, lalu kertas koran di antara kertas pengisap—minyak, tinta, dll.—dan terakhir kertas pengisap di antara kertas kardus/karton bergelombang. Satukan seluruh tumpukan tersebut dengan pita perekat.
  4. Lakukan pengepresan pada bunga. Letakkan bunga di bawah benda berukuran besar yang beratnya merata. Kamus atau ensiklopedia merupakan dua pilihan yang bagus, tetapi Anda juga dapat menggunakan kotak yang berat atau potongan balok kayu.
  5. Simpan tumpukan tersebut di tempat yang kering dan hangat.
  6. Tunggulah kira-kira 1–3 minggu. Setelah minggu pertama, angkatlah bunga dan ganti kertas dengan lembaran baru yang masih kering. Kemudian, letakkan kembali bunga di bawah pemberat dan lanjutkan pengepresan.
  7. Singkirkan pemberat. Setelah bunga berada dalam tumpukan selama beberapa minggu, singkirkan pemberat dan juga kertas, lalu ambillah bunga tersebut. Semestinya, bunga tersebut kering dan setipis kertas, dan juga transparan/tembus cahaya.
Metode 3 dari 5: Mengeringkan Bunga dalam Oven Konveksi:
  1. Siapkan bunga. Potong kawat ayam atau kawat kasa halus secukupnya untuk menyatukan semua bunga. Kemudian, dorong tangkai melewati lubang kawat, sehingga kuncup akan menyangga badan bunga sementara tangkainya menjuntai ke bawah.
  2. Jenis bunga yang paling baik untuk proses pengeringan dengan oven adalah yang memiliki banyak kelopak dan kompak. Termasuk di dalamnya adalah cornflowers (tanaman bunga asli Eropa yang memiliki banyak spesies dengan bunga warna-warni) dan bunga seruni/krisantemum.
  3. Panaskan oven pada temperatur rendah selama beberapa jam. Dengan oven konveksi (convection oven) bersuhu 100ºF (Catatan: oven biasanya berskala Fahrenheit. Jika oven Anda berskala Celsius maka 100ºF kira-kira setara dengan 38ºC), letakkan kawat berisi bunga di atas rak oven. Tingkat panas yang rendah tersebut akan mengeringkan bunga secara perlahan; jadi tinggalkan bunga di dalam oven selama beberapa jam. Waktu total pengeringan akan bervariasi tergantung jenis dan jumlah bunga yang Anda keringkan.
  4. Oven konveksi dengan sirkulasi udara yang baik akan melakukan proses terbaik. Jangan lakukan cara ini dengan oven biasa. Oven biasa mengandung terlalu banyak uap air dan biasanya memiliki temperatur minimum jauh lebih tinggi dari 38ºC.
  5. Keluarkan bunga dari oven. Segera setelah bunga kering dengan sempurna, Anda dapat mengeluarkannya dari oven dan mengaturnya pada rak pengering untuk proses pendinginan. Tunggulah sampai semua bunga kembali ke suhu kamar (±20-25ºC) sebelum mengangkatnya.
  6. Gunakan semprot rambut atau bahan pelapis bunga untuk membuat bunga kering menjadi lebih kuat dan tahan lama.
Metode 4 dari 5: Memendam Bunga dalam Bahan Penyerap Lembab:
  1. Pilihlah bunga yang Anda suka. Memendam bunga dalam bahan penyerap lembap adalah cara terbaik untuk mengeringkan jenis bunga lembut seperti lili, selama bunga tersebut tidak terlalu mudah menggugurkan kelopaknya.Idealnya, petiklah bunga saat kira-kira masih setengah mekar, dan keringkan secepatnya.
  2. Pilihlah bahan pengering/penyerap lembap (desiccant). Penyerap lembap adalah bahan pengisap istimewa, yang secara perlahan akan menyerap air dari bunga. Agar efektif, bahan penyerap lembap apa pun yang Anda pilih harus benar-benar kering. Berikut ini beberapa pilihan bahan penyerap lembap yang paling populer:
  3. Gel silika (silica gel): pilihan yang tercepat, tersedia di toko-toko kebutuhan berkebun. Walaupun lebih mahal, gel silika dapat dipakai berulang kali (lihat Tips di bawah!).
  4. Boraks dan tepung jagung putih: pilihan yang ringan dan murah. Campurkan dalam jumlah sama, atau sedikitnya 1 bagian boraks untuk 6 bagian tepung jagung—campuran ini semestinya tidak membuat banyak perbedaan. [18]
  5. Pasir halus: bahan ini berguna untuk menyokong bentuk bunga; membiarkan udara mengeringkannya. Pasir halus merupakan bahan yang paling lambat, tetapi kadang-kadang juga yang termurah.
  6. Tambahkan garam beriodium (opsional). Beberapa orang menyatakan bahwa garam membantu mempertahankan warna kelopak bunga, walaupun tidak semua orang setuju.  Cobalah dengan 3 sendok makan garam untuk setiap 0,9 liter bahan lain (15 ml per liter).
  7. Pilih wadah yang sesuai. Jika Anda memiliki bahan dalam jumlah banyak, ambillah wadah yang dapat menampung seluruh tangkai dalam posisi tegak. Sebagian besar orang menghemat bahan dan memotong tangkai bunga, membiarkan bunga dapat masuk ke dalam wadah yang dangkal. Bahan yang berbeda memerlukan pengaturan yang sedikit berbeda: 
  8. Untuk gel silika, gunakan wadah kedap udara yang dapat disegel. Stoples kopi merupakan pilihan yang bagus untuk setangkai bunga.
  9. Untuk boraks dan pasir, gunakanlah wadah terbuka. Kotak kardus/karton relatif ideal, tetapi periksa lebih dahulu bagian bawahnya jika mungkin terdapat lubang.
  10. Pendamlah bunga di dalam bahan penyerap lembap. Taburkan bahan penyerap yang Anda siapkan ke dalam wadah hingga kedalaman 2,5–5 cm. Letakkan bunga dalam bahan penyerap dengan posisi tegak lurus menghadap ke atas, pastikan bunga dalam posisi stabil. Ayak atau taburkan secara perlahan lebih banyak bahan penyerap lembap pada permukaan bunga, sampai bunga terpendam.
  11. Jika menggunakan pasir, Anda tidak perlu memendam bunga secara menyeluruh. Kebanyakan pasir berguna untuk menyokong bunga, sedangkan paparan udara akan membantu mengeringkan seluruh kelopaknya.
  12. Sebagai alternatif, bunga dari keluarga aster (daisy) paling baik dikeringkan dalam posisi terbalik. Untuk beberapa jenis bunga, seperti snapdragon—bunga yang bentuknya mirip tengkorak—dan bunga larkspur/delphinium/dolphin, pengeringan paling baik jika diletakkan secara horizontal.
  13. Jika tangkai-tangkai bunga masih saling terkait/berimpit, isilah wadah (dengan pasir) sedalam yang diperlukan untuk menahannya.
  14. Tunggulah sampai kering. Simpanlah wadah di tempat yang relatif hangat dan kering. Jika Anda menggunakan wadah terbuka, simpanlah dalam ruangan dengan sirkulasi udara yang baik. Periksalah setelah beberapa hari, gunakan tusuk gigi untuk memeriksa dan menguji tingkat kekeringan bunga.
  15. Gel silika merupakan bahan untuk pengeringan bunga yang tercepat; sebagian besar jenis bunga hanya memerlukan waktu 2-4 hari untuk kering dengan sempurna, sementara bunga yang tebal memerlukan waktu hingga satu minggu.  Saat gel silika berubah warna menjadi merah muda (pink), berarti gel tersebut telah menyerap uap air/lembap sebanyak kemampuannya.
  16. Campuran boraks dapat mengeringkan bunga dalam waktu 5–14 hari.
  17. Pengeringan dengan pasir memerlukan waktu paling lama, biasanya sekitar 14–21 hari.
  18. Angkat secara hati-hati. Doronglah wadah menyamping dan ketuklah bagian sisinya hingga bunga tersingkap. Angkatlah bunga kering secara hati-hati, dengan menopangnya dari bagian bawah. Bersihkan bahan yang menutupinya dengan sikat kecil.
  19. Jika bahan penyerap lembap menempel pada bunga, taburkan pasir dari jarak kira-kira 30cm di atas bunga. Cara tersebut semestinya dapat melepaskan partikel-partikel yang melekat.
  20. Pengangkatan bunga yang terlalu cepat dapat membuatnya berguguran. Sebelum Anda mengambilnya, periksa lebih dahulu bagian tepinya untuk mengetahui bahwa bunga terasa tipis dan kering seperti kertas.
  21. Bahan pelapis bunga atau semprot rambut akan memperlambat kerusakan.
Metode 5 dari 5: Menggunakan Microwave dan Bahan Penyerap Lembab:
  1. Pilih bunga yang akan dikeringkan. Pengeringan dengan microwave bereaksi paling baik untuk bunga yang memiliki banyak kelopak yang permukaannya tidak berbulu ataupun lengket. Mawar, bunga kertas (zinnia), dan mitir/kenikir (marigold) merupakan pilihan yang bagus, namun beberapa varietas yang berkelopak tebal kemungkinan tidak akan berhasil. Petiklah bunga saat masih setengah mekar dan kuat, sebelum kelopaknya mulai berguguran. 
  2. Untuk metode ini, potonglah tangkai bunga agak pendek, kira-kira 2,5–5 cm.
  3. Ikat bunga dengan kawat (opsional). Tangkai bunga akan menjadi tidak lunak lagi setelah proses pengeringan dengan microwave. Jika Anda ingin mengikat bunga untuk menatanya, tusukkan kawat berukuran 0,51–0,81 mm (20–24 gauge—ukuran kawat dari Eropa/Amerika) melewati pangkal bunga, kemudian lilitkan kawat membentuk lingkaran spiral mengelilingi tangkai bunga. 
  4. Jika bunga tidak memiliki pangkal yang tebal, tusukkan kawat melewati bagian tengah bunga dan ke dalam tangkai. Doronglah kawat ke bawah sejauh yang dapat Anda lakukan agar tidak terlihat.
  5. Taburkan bahan penyerap lembap ke dalam wadah yang aman untuk penggunaan microwave. Bahan penyerap lembap (desiccant) adalah setiap bahan yang memiliki kemampuan menyerap lembap. Gel silika merupakan pilihan terbaik untuk jenis bunga dengan kelopak warna-warni yang lembut, tetapi sebagai alternatif Anda juga dapat menggunakan cat litter—penampung urin dan kotoran kucing—berbahan tanah liat/lempung, atau campuran boraks dan tepung jagung dengan komposisi 50/50. Masukkan bahan penyerap ke dalam wadah hingga kedalaman sekitar 2,5–5cm.
  6. Pendamlah bunga di bawah bahan penyerap lembap. Berhati-hatilah mengatur posisi bunga agar menghadap ke arah yang tepat, dengan jarak antarbunga minimal 2cm. Taburkan lebih banyak bahan penyerap secara perlahan di atas bunga hingga menguburnya.
  7. Gunakan tusuk gigi untuk menata ulang kelopak bunga apabila kelopak-kelopak tersebut cenderung melenceng dari bentuknya.
  8. Cukup mulai dari satu atau dua bunga, untuk berjaga-jaga kalau bunga tersebut akhirnya terbakar. Cara tersebut memudahkan Anda mempelajari berapa banyak bahan diperlukan untuk pengeringan setiap bunga.
  9. Letakkan secangkir air dalam microwave. Secangkir air dalam wadah dangkal yang diletakkan terpisah menyerap sedikit energi microwave. Cara tersebut kemungkinan besar akan mengurangi terjadinya pembakaran tak sengaja atau pengeringan berlebih.
  10. Nyalakan microwave. Masukkan wadah ke dalam microwave dan panaskan selama 2 menit. Sodoklah bahan penyerap lembap dengan tusuk gigi untuk mengetahui apakah bunga telah kering. Jika belum, panaskan bunga dalam selang waktu 1 menit, lakukan pemeriksaan sesudahnya.
  11. Langkah ini bisa jadi memerlukan banyak tindakan coba-coba, karena ada banyak sekali variasi antara bunga dan microwave. Beberapa bunga tipis seperti aster (daisy) berhasil paling baik pada pengaturan microwave suhu rendah, sedikit di atas kondisi defros—kondisi kompresor mati (menghangat) pada kulkas untuk menghilangkan bunga es. [34] Jenis bunga lain yang memiliki banyak kelopak tebal memerlukan waktu paling lama 8 menit pada pengaturan suhu tinggi.
  12. Dinginkan selama satu hari. Keluarkan wadah dari dalam microwave. Tutup wadah tersebut, tinggalkan wadah dengan tutup sedikit terbuka, dan diamkan selama 24 jam.  Bahan penyerap lembap (terutama gel silika) memerlukan waktu lama untuk menjadi dingin pada suhu yang aman.
  13. Sebagai alternatif, diamkan bunga dahlia, pansy dan peony selama 36 jam.  Semakin besar dan tebal bunga tersebut, seperti mawar atau anyelir (carnation), prosesnya akan selesai dalam waktu sedikitnya 10 jam.
  14. Jauhkan bunga tersebut dari jangkauan anak-anak ataupun binatang (hewan piaraan).
  15. Sikatlah bahan penyerap lembap. Jika wadah sudah dingin, tekan dengan lembut untuk menyingkap bunga. Doronglah bunga dengan hati-hati, dan topanglah dari bawah. Bersihkan bunga dengan sikat halus.
  16. Sebagai pilihan, awetkan bunga dengan semprot rambut atau bahan pelapis bunga.

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 comments:

Post a Comment

 

Powered by Themes24x7