AD (728x90)

Selamat Datang. Ini 9 Alasan Memilih AlatLab.org

Click Me!

Para Pelanggan Kami ~ AlatLab.org

Ini Arti nilai pH dalam Makanan

Pada terminologi teknis, pH adalah aktivitas ion hidrogen di dalam larutan. Umumnya, pH diukur dalam skala 0 sampai 14 dengan nilai 7 adalah netral. Meski pada kasus ekstrim, pH bisa bernilai negatif atau lebih dari 14.


Pemantauan efektif parameter pH dalam industri makanan mulai dari pengukuran bahan mentah sampai produk akhir.



Dampak Kualitas

pH adalah parameter esensial karena akan memberikan pengaruh pada karakteristik makanan, seperti halnya tekstur, rasa, aroma, dan lain-lain. Contoh makanan yang terlihat sekali pengaruhnya adalah keju.


Saat pH berkurang, protein pada keju berubah dan kasein nya hilang kemampuannya untuk berinteraksi dengan air. Ini menghasilkan konsistensi yang lebih keras pada cheddar yang tua dan keju dengan lumut putih.


Struktur kasein pada keju dibuat dengan ikatan antar protein. Pada keju dengan nilai awal pH lebih besar dari 5,0, terjadi berhubung-silang dengan kalsium fosfat dan kasein berinteraksi sangat kuat dengan air, menciptakan tesktur elastik dan lembut yang ditemukan pada keju Swiss dan cheddar yang masih muda.



Keamanan dan Regulasi Makanan

pH memainkan peran yang krusial dalam menentukan pertumbuhan mikroorganisme. Inilah sebabnya agensi pemerintah U.S., seperti Food and Drug Administration (FDA) mengatur nilai pH pada banyak produk makanan komersial.


Berbicara secara umum, makanan terbagi menjadi dua berdasarkan 21CF114, yaitu makanan yang memiliki nilai pH alami kurang dari pH 4.6 disebut makanan berasam, sementara yang pH nya lebih dari 4.6 disebut makanan kurang berasam.



Pengasaman Makanan

Contoh makanan yang sengaja diasamkan misalnya makanan kaleng, salsa, dan saus.



Dalam produksi makanan yang diasamkan, nilai pH akhir yang lebih tinggi dari 4,6 akan menghasilkan lingkungan yang mendukung tumbuhnya bakteria pembuat penyakit. Tidak hanya makanan yang rusak akan mengamcam kesehatan publik, ini juga bisa menghentikan operasi bisnis jika evaluasi lebih jauh dibutuhkan.



Praktik Terbaik dalam Pengukuran pH

Menentukan praktik terbaik dalam pengukuran pH dapat menjadi tantangan karena banyak variasi metode sampling, alat ukur, dan desain elektrode.


Di berbagai negara terdapat regulasi terkait metode dan kadar sampling yang tepat untuk parameter tertentu yang harus dilakukan agar menjamin keamanan konsumsi. Sebagian metode standar bahkan lebih spesifik dengan menentukan tipe peralatan dan derajat resolusinya.



Saat indikator strip pH dan metode sederhana lainnya tersedia, akurasi paling memungkinkan adalah dengan menggunakan pH meter dan electrode. Metode ini memberikan derajat presisi yang paling tinggi dan lebih tidak subjektif dibandingkan metode pengukuran berbasis kimia yang menggunakan indikator warna untuk menentukan pH.



Contoh pH meter yang dijual Ady Lab.


Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 comments:

Post a Comment

 

Powered by Themes24x7