• Lutron
  • Jellyfish
  • Hanna
  • Viqua
  • Cari alat-alat lab murah dan berkualitas? Jangan ragu-ragu, hubungi kami!

    Kami siap membantu Untuk memenuhi kebutuhan Anda

  • Laboratory Equipments and Supplies Alatlab.org merupakan salah satu situs resmi perusahaan CV. Ady Water

    yang bergerak di bidang perdagangan alat-alat laboratorium.

  • Kami tidak sekadar menjual barang Lebih dari itu,

    kami menjamin setiap produknya benar-benar memenuhi harapan dan kebutuhan para pelanggannya.

  • Kami juga melayani konsultasi gratis seputar alat-alat laboratorium

    maupun Water and Gas Treatment.

  • Lengkap dengan Teknisi berpengalaman, siap melayani jasa loading, unloading, start up,

    serta fully support BWRO/SWRO Projects.

Featured Home (TOP)

AD (728x90)

Selamat Datang. Ini 9 Alasan Memilih AlatLab.org

Click Me!

Para Pelanggan Kami ~ AlatLab.org

Hindari 10 Kesalahan dalam Pengukuran pH Anda! (3)

Kesalahan Ketujuh: Tidak Melonggarkan atau Membuka Tutup Lubang Filling
Lubang filling seolah-olah seperti detail kecil dalam konstruksi elektrode pH yang bisa diisi ulang. Bagaimanapun, bukankah ini untuk menjaga elektrode untuk mengering bukan? Ya, tapi jika disekrup sangat kencang saat pertama kali Anda menerima elektrode, ini akan memberikan masalah.

Sebagian besar elektrode pH modern secara teknis adaldua elektrode dalam satu: elektrode detektor dan elektrode referensi. Elektrode referensi membutuhkan aliran elektrolit yang lambat dari dan keluar larutan.

Saat tutup ini disekrup dengan sangat kencang, elektrolit tidak bisa dengan mudah masuk dan keluar dari elektrode ke larutan.

Fenomena ini seperti menutup satu ujung sedotan dengan jari anda; yang meski di ujung satunya lagi bolong, cairan tidak akan keluar selama jari Anda menutup satu ujung tersebut. Ini akan menghasilkan pembacaan yang tidak akan stabil.

Kesalahan Kedelapan: Level Pemenuhan Elektrolit

Elektrode yang dapat diisi ulang memungkinkan Anda untuk mengisi ulang ketika mulai berkurang. Tapi, jika Anda tidak mengisi ulang elektrolit tersebut, pengukuran nilai pH tersebut akan berpengaruh.

Kecepatan response elektrode adalah masalah yang paling umum yang berhubungan dengan kadar elektrolit yang tidak cukup. Aliran elektrolit dari elektrode referensi memungkinkan sempurnanya pengukuran sel. Sehingga, pada akhirnya dapat mengambil nilai mV dari elektrode pH dan mengkonversikan ke nilai pH yang tepat.

Kesalahan Kesembilan: Kurang Terbenamnya Probe

Pengukuran pH haruslah dengan membenamkan probe elektrode secara sempurna ke dalam larutan agar berfungsi dengan baik.

Jika hanya menyentuhkan saja, maka sensor atau deteksi pengukuran pH tidak akan benar.

Kesalahan Kesepuluh: Menggunakan Elektrode yang Tua atau Kadaluarsa

Seperti halnya alat-alat lainnya, elektrode pH harus diganti dari masa ke masa sebagai bagian dari perawatan berkala. Ketika elektroda menua, bagian dari detektor kaca detektor akan mulai rusak dan kurang responsif dibandingkan dengan elektroda yang baru.

Lama kelamaan, elektrode akan berhenti untuk merespon terhadap perubahan pH.

Hindari 10 Kesalahan dalam Pengukuran pH Anda! (2)

Kesalahan Keempat: Tidak Membilas Elektroda
Salah satu kesalahan dalam penggunaan pH meter adalah tidak mengelap elektroda. Namun, bukan berarti elektroda ini dibiarkan begitu saja. Tetapi harus dibilas dengan larutan penyimpan. Misalnya, jika lemak melapisi elektroda, itu akan mengganggu waktu response. Bisa jadi Anda merasa bahwa pembacaan sudah stabil, namun kenyataannya karena perubahan yang terjadi sangatlah lambat.

Cara yang paling tepat adalah dengan membilas menggunakan larutan pembersih khusus untuk elektrode pH. Lebih baik lagi jika menggunakan untuk aplikasi yang Anda gunakan elektrode tersebut.

Kesalahan Kelima: Tidak Melakukan Kalibrasi

Kesalahan ini adalah karena tidak mengetahui dengan benar prosedur kalibrasi. Prosedur kalibrasi diberitahu kepada para pengguna pH meter karena tanpa kalibrasi, lama kelamaan elektrode akan menampilkan nilai yang menyimpang.

Untuk kalibrasi, digunakan larutan buffer kalibrasi yang sudah diketahui nilainya.

Kesalahan Keenam: Salah Memilih Elektrode
Semua elektrode pH dibuat dengan spesifikasinya masing-masing. Bahkan dengan teknik terbaik pun, tidak akan menghasilkan pengukuran nilai pH yang terbaik. Ini karena satu elektrode lebih cocok digunakan pada satu aplikasi dibandingkan aplikasi lainnya.

Ada beberapa bentuk probe elektroda, yaitu spherical, conical, dan flat. Bentuk-bentuk yang berbeda ini untuk pengukuran sampel yang berbeda-beda, yaitu sampel dalam bentuk larutan, semi-padatan, dan padatan, atau larutan yang memiliki padatan tersuspensi, seperti wine, limbah, dan makanan.

Hindari 10 Kesalahan dalam Pengukuran pH Anda! (1)

Ini adalah 10 kesalahan yang biasa dilakukan para staff teknik dalam pengukuran pH.

Teknik yang benar dalam pengukuran pH bisa jadi terkesan sangat rumit bagi Anda yang pertama kali mengukur. Pertanyaan seperti, "Seberapa sering Saya harus mengkalibrasi?" dan "Kapan Saya harus mengganti elektroda meter?" adalah sangat sering disampaikan oleh siapapun yang baru mempelajari proses pengukuran pH.

Kesalahan Pertama: Menyimpan Elektrode dalam Kondisi Kering

Penyimpanan elektrode yang tidak baik adalah sesuatu yang sering dilihat dari masa ke masa. Pemikiran yang tidak tepat adalah bahwa dengan menyimpan elektrode dalam bentuk kering akan menjadikan elektrode inert dan bisa dipakai dalam waktu yang lebih lama.

Yang sebenarnya terjadi, elektrode akan mengering, bahkan bisa permanen. Kaca detektor elektrode terdiri dari tiga lapisan kaca: lapisan gel terluar yang terhidrasi, lapisan tengah kering, dan lapisan dalam yang terhidrasi. Lapisan yang terhidrasi bertanggung jawab dalam memberikan sensitivitas pada perubahan pH.

Apabila lapisan terluar ini mengering, maka sensitivitas nya berkurang jauh. Ini akan menyebabkan waktu response melambat dan nilai yang tidak benar.

Kesalahan Kedua: Mengelap Kaca Detektor

Mengelap kaca detektor justru akan menyebabkan masalah, alih-alih kaca tersebut bersih tanpa tertinggal residu buffer dari sampel larutan.

Namun, mengelap kaca detektor ini dapat menimbulkan muatan statik yang akan mengganggu pembacaan voltase elektrode. Ketika pembacaan voltase ini salah, maka nilai pH yang diinterpretasikan oleh nilai voltase juga akan salah.

Kesalahan Ketiga: Menyimpan Elektrode di Air Deionization

Menyimpan elektrode di air murni (seperti deionisasi, distilasi, atau reverse osmosis) juga adalah kesalahan besar dalam menyimpan elektrode pH. Ini terjadi saat pengguna kehabisan larutan penyimpanan tetapi tetap ingin elektrode terhidrasi. Tapi justru ini akan menambah masalah.

Air yang terdeionisasi tidak memiliki ion. Elektrode pH penuh dengan ion, baik pada larutan filling dan pada bagian yang terhidrasi di kaca detektor. Sehingga, jika elektrode ini dibenamkan di larutan yang tidak mengandung ion, akan menyebabkan perpindahan ion dari elektrode ke larutan, sehingga menjadikan elektrode ini tidak akan berguna.

Ini Arti nilai pH dalam Makanan

Pada terminologi teknis, pH adalah aktivitas ion hidrogen di dalam larutan. Umumnya, pH diukur dalam skala 0 sampai 14 dengan nilai 7 adalah netral. Meski pada kasus ekstrim, pH bisa bernilai negatif atau lebih dari 14.

Pemantauan efektif parameter pH dalam industri makanan mulai dari pengukuran bahan mentah sampai produk akhir.

Dampak Kualitas
pH adalah parameter esensial karena akan memberikan pengaruh pada karakteristik makanan, seperti halnya tekstur, rasa, aroma, dan lain-lain. Contoh makanan yang terlihat sekali pengaruhnya adalah keju.


Saat pH berkurang, protein pada keju berubah dan kasein nya hilang kemampuannya untuk berinteraksi dengan air. Ini menghasilkan konsistensi yang lebih keras pada cheddar yang tua dan keju dengan lumut putih.

Struktur kasein pada keju dibuat dengan ikatan antar protein. Pada keju dengan nilai awal pH lebih besar dari 5,0, terjadi berhubung-silang dengan kalsium fosfat dan kasein berinteraksi sangat kuat dengan air, menciptakan tesktur elastik dan lembut yang ditemukan pada keju Swiss dan cheddar yang masih muda.

Keamanan dan Regulasi Makanan
pH memainkan peran yang krusial dalam menentukan pertumbuhan mikroorganisme. Inilah sebabnya agensi pemerintah U.S., seperti Food and Drug Administration (FDA) mengatur nilai pH pada banyak produk makanan komersial.

Berbicara secara umum, makanan terbagi menjadi dua berdasarkan 21CF114, yaitu makanan yang memiliki nilai pH alami kurang dari pH 4.6 disebut makanan berasam, sementara yang pH nya lebih dari 4.6 disebut makanan kurang berasam.

Pengasaman Makanan
Contoh makanan yang sengaja diasamkan misalnya makanan kaleng, salsa, dan saus.


Dalam produksi makanan yang diasamkan, nilai pH akhir yang lebih tinggi dari 4,6 akan menghasilkan lingkungan yang mendukung tumbuhnya bakteria pembuat penyakit. Tidak hanya makanan yang rusak akan mengamcam kesehatan publik, ini juga bisa menghentikan operasi bisnis jika evaluasi lebih jauh dibutuhkan.

Praktik Terbaik dalam Pengukuran pH
Menentukan praktik terbaik dalam pengukuran pH dapat menjadi tantangan karena banyak variasi metode sampling, alat ukur, dan desain elektrode.

Di berbagai negara terdapat regulasi terkait metode dan kadar sampling yang tepat untuk parameter tertentu yang harus dilakukan agar menjamin keamanan konsumsi. Sebagian metode standar bahkan lebih spesifik dengan menentukan tipe peralatan dan derajat resolusinya.

Saat indikator strip pH dan metode sederhana lainnya tersedia, akurasi paling memungkinkan adalah dengan menggunakan pH meter dan electrode. Metode ini memberikan derajat presisi yang paling tinggi dan lebih tidak subjektif dibandingkan metode pengukuran berbasis kimia yang menggunakan indikator warna untuk menentukan pH.

Contoh pH meter yang dijual Ady Lab.

VIDEO: Conductivity Meter Hanna HI 9033

Berikut adalah penjelasan dari Tim Sales Manager Hanna Instrument mengenai salah satu produk conductivity meternya, HI 9033.


Conductivity meter adalah alat ukur digital untuk menentukan nilai konduktivitas listrik pada larutan. Pentingnya menentukan parameter ini dalam water treatment adalah, karena nilai ini menjadi indikasi material apa yang terkandung dalam larutan.

Semakin tinggi nilai konduktivitas listrik, artinya semakin banyak kandungan material "pengotor" selain air (H2O).

Setelah proses filtrasi, Anda harus mengecek ulang hasil filtrasi tersebut dengan mengukur menggunakan nilai konduktivitas nya. Semakin kecil konduktivitas listriknya, maka semakin murni air tersebut.

Bagaimana Tipe Larutan Kalibrasi yang Harus Anda Pakai? (2)

Bagian pertama lihat di: http://www.alatlab.org/2017/02/bagaimana-tipe-larutan-kalibrasi-yang.html

Larutan Teknikal Kalibrasi pH

Larutan teknikal memiliki tingkat akurasi dan spesifikasi yang sama dengan larutan standar, dan bersertifikasi. Larutan teknikal memiliki rentang pH yang lebih luas daripada larutan standar, yang dapat mengenai setiap titik pada skala pH sehingga dapat membatasi kalibrasi di sekitar pengukuran yang diinginkan.

Apa itu pembatasan? Disebut juga kalibrasi 2 titik atau multi titik, pembatasan terdiri dari kalibrasi kepada dua titik -satu titik di atas rentang pH yang diinginkan, dan satunya lagi yang di atas. Sebagai contoh, jika Anda ingin mengukur pH dari larutan lemon, yang memiliki pH sekitar 2, maka bisa menggunakan buffer teknikal 1.00 dan 4.01 untuk kalibrasi dua titik.

Larutan Millesimal Kalibrasi pH

Buffer Millesimal memiliki rentang pH yang lebar (lebih dari buffer standar, tapi kurang dari buffer teknikal), dengan disertai sertifikat. Namun, kelebihannya adalah akurasi yang lebih besar. Tidak seperti larutan standar dan teknikal, yang memiliki akurasi hingga +/- 0.01, dan larutan millesimal memiliki akurasi hingga +/- 0.0002.

Larutan kalibrasi millesimal digunakan di tempat-tempat dimana akurasi hingga tiga angka di belakang koma sangat krusial, seperti di laboratorium sains, plantasi air minum di pemukiman, dan fasilitas kesehatan. Ini dapat dilakukan oleh Advanced Laboratory Benchtop pH Meter dan High Performing Portable pH Meter dari Hanna Instruments dengan kalibrasi menggunakan larutan kalibrasi millesimal untuk resolusi senilai 0.001 pH.

Menjaga Larutan Kalibrasi pH
Banyak standar buffer pH memiliki botol penghalang cahaya yang disertifikasi FDA untuk menjaga nilai pH. Larutan millesimal dikemas dengan botol opak berwarna biru untuk menjaga dari cahaya.

Meski Anda menggunakan larutan dengan botol penghalang cahaya, ada antisipasi yang harus dilakukan untuk menjaga integritas dan memastikan keakuratan nilai pH.

Dalam rangka menjaga buffer dari terkontaminasi, jangan langsung mencelupkan elektrode ke dalam botol. Tuangkan larutan yang dibutuhkan ke dalam kontainer yang sudah dibilas dengan air terdeionisasi, lalu gunakan untuk kalibrasi. Peringatan: tidak boleh menuangkan kembali buffer ke dalam botol.

Meski direkomendasikan untuk kalibrasi setiap hari, kami paham bahwa pekerjaan ini menghabiskan waktu dan banyak orang terlalu sibuk. Jika akurasi yang tinggi tidak terlalu penting dalam pengukuran Anda, tidak apa-apa untuk mengaklibrasi satu atau dua kali per minggu.

Karena usia larutan akan memendek sesaat setelah botol dibuka, jika Anda hanya melakukan kalibrasi satu kali seminggu, maka opsi yang ditawarkan adalah Anda menggunakan sachet satu kali pakai, yang akan memastikan Anda menggunakan buffer baru setiap saat.

Bagaimana Tipe Larutan Kalibrasi yang Harus Anda Pakai? (1)


Larutan kalibrasi pH, atau disebut juga buffer pH, adalah alat yang esensial saat mengukur pH menggunakan pH meter dan elektroda.

Sebagian pengguna mencoba membuat larutan buffer sendiri untuk menghemat dana, namun tidak terjamin keakuratan dan kestabilannya, yang justru membuat pengguna kehilangan waktu yang berharga serta mengorbankan tingkat keakuratannya.

Buffer pH profesional lebih stabil dan resisten terhadap perubahan. Gunakan buffer dengan grade tinggi untuk mengkalibrasi alat ukur Anda sebelum setiap penggunaan adalah satu-satunya cara yang benar untuk mendapatkan hasil yang akurat setiap saat.

Mengapa Harus Dilakukan Kalibrasi pH Meter?
Kalibrasi berkala adalah kebiasaan yang baik untuk dimiliki dalam pengukuran pH karena kalibrasi akan menjaga pembacaan menjadi akurat dan dapat dipercaya.

Semua elektroda didasarkan atas persamaan Nersnt (slope dan offset). Namun, setiap elektrode pasti akan berubah seiring dengan usia pemakaian.

Pada kenyataannya, elektrode tidak akan berlaku berdasarkan persamaan Nernst setiap saat. Di sinilah peran kalibrasi. Kalibrasi yang tepat akan menjaga performa elektrode dengan menentukan slope dan offset sebenarnya ketika menggunakan buffer yang diketahui sebelumnya, dan akan mengupdate agar cocok dengan algoritme alat ukur Anda.

Menggunakan larutan kalibrasi pH dapat memberikan peringatan dini kepada Anda terhadap kerusakan apapun yang terjadi pada elektrode; slope dan offset menjadi indikator di sini.

Offset adalah pembacaan milivolt elektrode pada larutan buffer pH 7, dan slope adalah perubahan mV per satuan pH. Jika angka-angka yang diketahui ini tidak tertampilkan saat kalibrasi, besar kemungkinan probe elektrode tersebut rusak, kotor, atau terlalu tua sehingga harus diganti.

Hanna Instruments membuat 3 tipe laurtan kalibrasi pH: standar, teknikal, dan millesimal. Penjelasan terhadap larutan ini bisa didapatkan dari situs resmi Hanna Instruments.

Larutan Standar Kalibrasi pH

Larutan standar kalibrasi pH memiliki akurasi  +/- 0.01 pH pada temperatur 25°C (77°F) dan muncul pada 7 nilai pH yang berbeda antara 1.68 hingga 10.01.

Buffer pH dari Hanna Instruments paling populer adalah 4.01, 7.01, dan 10.01 dan memiliki warna yang berbeda sehingga dapat diidentifikasi dengan mudah saat laboran sibuk bekerja.

Seperti halnya semua buffer kalibrasi Hanna, larutan standar ini dibuat berdasarkan standar ISO dapat dilacak NIST nya, dan dikemas dengan berbagai ukuran dari sachet satu kali pakai hingga wadah 1 galon.

Larutan standar kalibrasi pH sangat baik digunakan hampir pada setiap aplikasi dengan sebagian besar alat ukur. Baik menggunakan pH tester genggam, HALO, atau benchtop, larutan buffer pH standar dapat bekerja dengan baik.

VIDEO: Cara Mengorganisasi Laboratorium

Laboratorium adalah salah satu area yang harus menerapkan peraturan yang sangat ketat. Dari mulai mengorganisasi bahan-bahan kimia sampai penerapan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) Laboratorium, tim laboratorium harus melakukannya sesuai prosedur yang ada.

Di kesempatan kali ini, Ady Lab akan menampilkan video bagaimana cara mengorganisasi atau mengatur penempatan bahan-bahan kimia.


Penempatan ini sangat penting agar bahan-bahan kimia yang tidak relevan atau berbahaya jika terjadi reaksi di antara bahan-bahan tersebut meski secara tidak sengaja.

Di video di atas diterangkan bagaimana penempatan larutan asam, basa, katalis, solven, maupun bahan kimia lainnya.

Alat-alat laboratorium seperti glassware, timbangan analitik, dan alat ukur pun juga harus ditempatkan di rak-rak yang mudah diakses dan dijaga dari potensi kerusakan.

Jika Anda adalah seorang laboran atau profesional yang bekerja di laboratorium, ataupun seorang siswa yang belajar praktikum, Anda harus mengikuti prosedur ini demi kelancaran penelitian dan keselamatan Anda itu sendiri.

Parameter Pengukuran Digital untuk Akuarium

Berikut adalah pengukuran digital untuk akuarium air laut dari Hanna

Pengukur Parameter Rentang Ideal Frekuensi Mengapa Pengukuran?
HI772 
dan HI755
Alkalinity in dKH (HI772) or ppm (HI755) 142-215 ppm or 8-12 dKH Mingguan untuk perawatan, atau kapanpun dibutuhkan sesuai jadwal pendosisan. Vital untuk kalsifikasi dan pembentukan skeletal; pencegahan berubah-rubahnya pH, pembakaran alkalinitas, pemutihan karang, dan cacat.
HI764 Nitrite (ppb) Di bawah 150 ppb, lebih rendah lebih baik Pertama saat setting up atau saat siklus, lalu kapanpun dibutuhkan Untuk memastikan limbah terdaur ulang dengan baik.
HI758 Calcium (ppm) Antara 350-450 ppm Mingguan untuk perawatan, ditambah setiap menambahkan atau menghilangkan organisme dari tangki. Vital untuk kalsifikasi dan pembentukan skeletal
HI736 Phosphorus (ppb) 0 < phosphor < 20 ppb Mingguan untuk perawatan, atau saat dibutuhkan ketika pertumbuhan alga terlihat. Kadar tinggi akan mengurangi kalsifikasi atau pertumbuhan alga berlebih.

Produk Hanna Instruments sebagai berikut:



10 Produk Terpopuler dari Hanna Instruments Selama 2016


Hanna Instruments adalah salah satu produsen alat lab yang handal dan berskala global. Ady Lab pun merekomendasikan produk Hanna Instrument kepada para konsumen kami, selain merk produk lainnya.

Berikut adalah kompilasi 10 produk terpopuler dari Hanna Instruments selama tahun 2016 dari para customer nya.



    1. HALO Wireless pH Meter and the Hanna Lab app
    2. edge Wine pH Meter Kit
    3. GroLine Waterproof Portable pH/EC/TDS/Temperature Meter
    4. Handheld pH Testers
    5. Checktemp Thermometers
    6. Mini Titrators for SO2, TA, and Alkalinity
    7. Checker HC (Handheld Colorimeters)
    8. Professional Waterproof Portable pH/ORP/ISE Meter
    9. Digital Refractometers
    10. Accessories & Solutions
    Jika Anda ingin membeli alat ukur dari Hanna Instruments seperti pH meter, ORP meter, DO meter, silakan hubungi Ady Water di 0821 4000 2080
  • Prosedur Menggunakan Timbangan Laboratorium


    Timbangan laboratorium atau yg sering disebut Analytical Balance ialah timbangan yg sering digunakan untuk menimbang bahan uji laboratorium dgn presisi tinggi.

    Sumber penjelasan: http://www.timbanganindonesia.com/news_and_event/detail/287/prosedur-menggunakan-timbangan-laboratoriumanalytical-balance.html

    Berikut adalah tata cara menggunakan Analytical Balance.

    1. Posisikan analytical balance dalam kondisi seimbang atau water pass (dgn mengatur sekrup pada kaki neraca sehingga gelembung air di water pass tepat berada di tengah).
    2. Sebelum digunakan, bersihkan timbangan terlebih dahulu dgn menggunakan kuas. Piringan neraca pada timbangan dapat diangkat dan seluruh timbangan dapat dibersihkan dgn menggunakan alkohol/ethanol.
    3. Tancapkan kabel power timbangan ke statvolt.
    4. Pencet tombol ON kemudian tunggu sampai angka 0,0000 g muncul.
    5. Masukkan alas bahan (gelas arloji, kertas atau benda tipis) dgn membuka kaca tidak terlalu lebar agar tidak mempengaruhi perhitungan karena analytical balance cukup sensitive).
    6. Tutuplah kaca analytical balancenya.
    7. Kalibrasikan dengan pencet tombol zero, sehingga alas bahan tidak dianggap sebagai massa bahan.
    8. Masukkan bahan yg akan ditimbang dengan hati-hati, lalu tutup kaca timbangan.
    9. Timbangan akan menunjukkan massa bahan.
    10. Catat massa dari bahan, lalu keluarkan kembali.
    11. Jika sudah selesai digunakan, matikan analytical balance dgn cara menekan tombol off
    12. Setelah timbangan benar-benar mati, lepaskan stop kontak dari statvolt.
    13. Bersihkan ruang dalam timbangan dgn menggunakan kuas.

    Demikian prosedur menggunakan analytical balance. Dengan ini diharapkan anda dapat menggunakan analytical balance / neraca analitik / analytical balance dgn benar dan timbangan dapat tahan lama serta awet walau digunakan terus menerus.

    Conductivity Meter Hanna | HI 9033

    Dalam industri water treatment, penting untuk mengukur konduktivitas listrik dengan tujuan tersebut; yaitu untuk memonitor nilai konduktivitas listrik. Semakin rendah konduktivitas tersebut, semakin murni lah air yang di-treatment.

    Salah satu produsen global Conductivity Meter adalah Hanna Instrument, dan kami Ady Water menawarkan Anda tiga variasi produk Conductivity Meter Hanna sebagai berikut:

    HI 9033
    Rentang0.0 to 199.9 µS/cm; 0 to 1999 µS/cm; 0.00 to 19.99 mS/cm; 0.0 to 199.9 mS/cm
    Resolusi0.1 µS/cm; 1 µS/cm; 0.01 mS/cm; 0.1 mS/cm
    Akurasi±1% F.S. (excluding probe error)
    Kalibrasimanual, 1 titik
    Kompensasi Temperaturotomatis, 0 - 50°C (32 to 122°F) dengan ß=2%/°C
    ProbeHI 76302W conductivity probe with internal temperature sensor, DIN connector and 1 m (3.3’) cable (included)
    Battery Type / Life9V / mendekati 100 jam penggunaan terus menerus
    Environment0 to 50°C (32 to 122°F); RH max 100%
    Dimensi185 x 72 x 36 mm (7.3 x 2.8 x 1.4’’)
    Berat425 g (0.9 lb.)

    Conductivity Meter Horiba HE-300C

    Ady Water menawarkan conductivity / konduktiviti meter dari Brand Horiba yaitu tipe HE-300C.

    Alat conductivity meter ini cocok untuk pengukuran terusmenerus air murni atau air pendidih, yang menjadi keunggulannya adalah kompensasi temperatur yang flexibel dengan rentang lebar.



    Rentang PengukuranCell constant/cm0.010.11
    Electrical conductivityμS/cm0.000 to 2.000; 0.00 to 10.000.000 to 2.000; 0.00 to 20.00; 0.0 to 100.00.0 to 200.0; 0 to 1,000
    mS/m0.0000 to 0.2000; 0.000 to 1.0000.0000 to 0.2000; 0.000 to 2.000; 0.00 to 10.000.00 to 20.00; 0.0 to 100.0
    TDS conversionmg/L0.00 to 2.00; 0.0 to 10.00.0 to 20.0; 0 to 1000 to 200; 0 to 1,0000
    Electrical conductivity measurement and TDS conversion measurement cannot be selected at same time.
    Temperature˚C0 to 100; Resolution: 0.01˚C
    PengulanganElectrical conductivity: ±0.5% full-scale or less
    TDS conversion: ±1.5% full-scale or less; Temperature: ±0.1˚C (for equivalent input)
    LinearitasElectrical conductivity: ±0.5% full-scale or less; TDS conversion: ±1.5% full-scale or less; Temperature: ±0.5˚C (for equivalent input)
    Transmission output4 to 20 mA DC   Input/output insulated type; Maximum load resistance 600 Ω
    Contact input One point
    Contact format: Non-voltage a contact;
    Contact function: Transmission output is held for closed contact input.
    Rentang Kompensasi Temperature  0 to 100˚C
    (but for 0˚C or less, 100˚C or more, extend and perform calculation)
    Ambient temperature-20 to 60˚C
    Temperature compensation elementPt 1000 (0˚C)
    Calibration functionElectrical conductivity: Based on input of cell constant correction coefficient (parameter input); TDS conversion: Conversion based on specified coefficient (0.30 to 1.00); Temperature: One point calibration compared with reference temperature gauge
    Self-diagnosis functionSensor diagnosis error, Transmitter malfunction
    Power supply 24 V DC (operational voltage range: 21 V to 32 V DC); Power consumption 0.6 W or less
    ConstructionOutdoor installation type: IP65 protection level; Mounting method: 50A pole or wall mounted; Case: Aluminum alloy   Mount fitting/hood: SUS304
    Compatible sensorESH series electrical conductivity sensor (cell constant 0.01/cm, 0.1/cm, 1.0/cm)
    WeightApprox. 4 kg
    Equipment protectedCE marking, FCC rules

     

    Powered by Themes24x7