• Lutron
  • Jellyfish
  • Hanna
  • Viqua
  • Cari alat-alat lab murah dan berkualitas? Jangan ragu-ragu, hubungi kami!

    Kami siap membantu Untuk memenuhi kebutuhan Anda

  • Laboratory Equipments and Supplies Alatlab.org merupakan salah satu situs resmi perusahaan CV. Ady Water

    yang bergerak di bidang perdagangan alat-alat laboratorium.

  • Kami tidak sekadar menjual barang Lebih dari itu,

    kami menjamin setiap produknya benar-benar memenuhi harapan dan kebutuhan para pelanggannya.

  • Kami juga melayani konsultasi gratis seputar alat-alat laboratorium

    maupun Water and Gas Treatment.

  • Lengkap dengan Teknisi berpengalaman, siap melayani jasa loading, unloading, start up,

    serta fully support BWRO/SWRO Projects.

Featured Home (TOP)

AD (728x90)

Selamat Datang. Ini 9 Alasan Memilih AlatLab.org

Click Me!

Para Pelanggan Kami ~ AlatLab.org

Hindari 10 Kesalahan dalam Pengukuran pH Anda! (3)


Kesalahan Ketujuh: Tidak Melonggarkan atau Membuka Tutup Lubang Filling

Lubang filling seolah-olah seperti detail kecil dalam konstruksi elektrode pH yang bisa diisi ulang. Bagaimanapun, bukankah ini untuk menjaga elektrode untuk mengering bukan? Ya, tapi jika disekrup sangat kencang saat pertama kali Anda menerima elektrode, ini akan memberikan masalah.


Sebagian besar elektrode pH modern secara teknis adaldua elektrode dalam satu: elektrode detektor dan elektrode referensi. Elektrode referensi membutuhkan aliran elektrolit yang lambat dari dan keluar larutan.



Saat tutup ini disekrup dengan sangat kencang, elektrolit tidak bisa dengan mudah masuk dan keluar dari elektrode ke larutan.



Fenomena ini seperti menutup satu ujung sedotan dengan jari anda; yang meski di ujung satunya lagi bolong, cairan tidak akan keluar selama jari Anda menutup satu ujung tersebut. Ini akan menghasilkan pembacaan yang tidak akan stabil.



Kesalahan Kedelapan: Level Pemenuhan Elektrolit


Elektrode yang dapat diisi ulang memungkinkan Anda untuk mengisi ulang ketika mulai berkurang. Tapi, jika Anda tidak mengisi ulang elektrolit tersebut, pengukuran nilai pH tersebut akan berpengaruh.


Kecepatan response elektrode adalah masalah yang paling umum yang berhubungan dengan kadar elektrolit yang tidak cukup. Aliran elektrolit dari elektrode referensi memungkinkan sempurnanya pengukuran sel. Sehingga, pada akhirnya dapat mengambil nilai mV dari elektrode pH dan mengkonversikan ke nilai pH yang tepat.



Kesalahan Kesembilan: Kurang Terbenamnya Probe


Pengukuran pH haruslah dengan membenamkan probe elektrode secara sempurna ke dalam larutan agar berfungsi dengan baik.


Jika hanya menyentuhkan saja, maka sensor atau deteksi pengukuran pH tidak akan benar.



Kesalahan Kesepuluh: Menggunakan Elektrode yang Tua atau Kadaluarsa


Seperti halnya alat-alat lainnya, elektrode pH harus diganti dari masa ke masa sebagai bagian dari perawatan berkala. Ketika elektroda menua, bagian dari detektor kaca detektor akan mulai rusak dan kurang responsif dibandingkan dengan elektroda yang baru.


Lama kelamaan, elektrode akan berhenti untuk merespon terhadap perubahan pH.

Hindari 10 Kesalahan dalam Pengukuran pH Anda! (2)


Kesalahan Keempat: Tidak Membilas Elektroda

Salah satu kesalahan dalam penggunaan pH meter adalah tidak mengelap elektroda. Namun, bukan berarti elektroda ini dibiarkan begitu saja. Tetapi harus dibilas dengan larutan penyimpan. Misalnya, jika lemak melapisi elektroda, itu akan mengganggu waktu response. Bisa jadi Anda merasa bahwa pembacaan sudah stabil, namun kenyataannya karena perubahan yang terjadi sangatlah lambat.


Cara yang paling tepat adalah dengan membilas menggunakan larutan pembersih khusus untuk elektrode pH. Lebih baik lagi jika menggunakan untuk aplikasi yang Anda gunakan elektrode tersebut.



Kesalahan Kelima: Tidak Melakukan Kalibrasi


Kesalahan ini adalah karena tidak mengetahui dengan benar prosedur kalibrasi. Prosedur kalibrasi diberitahu kepada para pengguna pH meter karena tanpa kalibrasi, lama kelamaan elektrode akan menampilkan nilai yang menyimpang.


Untuk kalibrasi, digunakan larutan buffer kalibrasi yang sudah diketahui nilainya.



Kesalahan Keenam: Salah Memilih Elektrode



Semua elektrode pH dibuat dengan spesifikasinya masing-masing. Bahkan dengan teknik terbaik pun, tidak akan menghasilkan pengukuran nilai pH yang terbaik. Ini karena satu elektrode lebih cocok digunakan pada satu aplikasi dibandingkan aplikasi lainnya.


Ada beberapa bentuk probe elektroda, yaitu spherical, conical, dan flat. Bentuk-bentuk yang berbeda ini untuk pengukuran sampel yang berbeda-beda, yaitu sampel dalam bentuk larutan, semi-padatan, dan padatan, atau larutan yang memiliki padatan tersuspensi, seperti wine, limbah, dan makanan.

Hindari 10 Kesalahan dalam Pengukuran pH Anda! (1)


Ini adalah 10 kesalahan yang biasa dilakukan para staff teknik dalam pengukuran pH.


Teknik yang benar dalam pengukuran pH bisa jadi terkesan sangat rumit bagi Anda yang pertama kali mengukur. Pertanyaan seperti, "Seberapa sering Saya harus mengkalibrasi?" dan "Kapan Saya harus mengganti elektroda meter?" adalah sangat sering disampaikan oleh siapapun yang baru mempelajari proses pengukuran pH.



Kesalahan Pertama: Menyimpan Elektrode dalam Kondisi Kering


Penyimpanan elektrode yang tidak baik adalah sesuatu yang sering dilihat dari masa ke masa. Pemikiran yang tidak tepat adalah bahwa dengan menyimpan elektrode dalam bentuk kering akan menjadikan elektrode inert dan bisa dipakai dalam waktu yang lebih lama.


Yang sebenarnya terjadi, elektrode akan mengering, bahkan bisa permanen. Kaca detektor elektrode terdiri dari tiga lapisan kaca: lapisan gel terluar yang terhidrasi, lapisan tengah kering, dan lapisan dalam yang terhidrasi. Lapisan yang terhidrasi bertanggung jawab dalam memberikan sensitivitas pada perubahan pH.



Apabila lapisan terluar ini mengering, maka sensitivitas nya berkurang jauh. Ini akan menyebabkan waktu response melambat dan nilai yang tidak benar.



Kesalahan Kedua: Mengelap Kaca Detektor



Mengelap kaca detektor justru akan menyebabkan masalah, alih-alih kaca tersebut bersih tanpa tertinggal residu buffer dari sampel larutan.


Namun, mengelap kaca detektor ini dapat menimbulkan muatan statik yang akan mengganggu pembacaan voltase elektrode. Ketika pembacaan voltase ini salah, maka nilai pH yang diinterpretasikan oleh nilai voltase juga akan salah.



Kesalahan Ketiga: Menyimpan Elektrode di Air Deionization



Menyimpan elektrode di air murni (seperti deionisasi, distilasi, atau reverse osmosis) juga adalah kesalahan besar dalam menyimpan elektrode pH. Ini terjadi saat pengguna kehabisan larutan penyimpanan tetapi tetap ingin elektrode terhidrasi. Tapi justru ini akan menambah masalah.


Air yang terdeionisasi tidak memiliki ion. Elektrode pH penuh dengan ion, baik pada larutan filling dan pada bagian yang terhidrasi di kaca detektor. Sehingga, jika elektrode ini dibenamkan di larutan yang tidak mengandung ion, akan menyebabkan perpindahan ion dari elektrode ke larutan, sehingga menjadikan elektrode ini tidak akan berguna.

Ini Arti nilai pH dalam Makanan

Pada terminologi teknis, pH adalah aktivitas ion hidrogen di dalam larutan. Umumnya, pH diukur dalam skala 0 sampai 14 dengan nilai 7 adalah netral. Meski pada kasus ekstrim, pH bisa bernilai negatif atau lebih dari 14.


Pemantauan efektif parameter pH dalam industri makanan mulai dari pengukuran bahan mentah sampai produk akhir.



Dampak Kualitas

pH adalah parameter esensial karena akan memberikan pengaruh pada karakteristik makanan, seperti halnya tekstur, rasa, aroma, dan lain-lain. Contoh makanan yang terlihat sekali pengaruhnya adalah keju.


Saat pH berkurang, protein pada keju berubah dan kasein nya hilang kemampuannya untuk berinteraksi dengan air. Ini menghasilkan konsistensi yang lebih keras pada cheddar yang tua dan keju dengan lumut putih.


Struktur kasein pada keju dibuat dengan ikatan antar protein. Pada keju dengan nilai awal pH lebih besar dari 5,0, terjadi berhubung-silang dengan kalsium fosfat dan kasein berinteraksi sangat kuat dengan air, menciptakan tesktur elastik dan lembut yang ditemukan pada keju Swiss dan cheddar yang masih muda.



Keamanan dan Regulasi Makanan

pH memainkan peran yang krusial dalam menentukan pertumbuhan mikroorganisme. Inilah sebabnya agensi pemerintah U.S., seperti Food and Drug Administration (FDA) mengatur nilai pH pada banyak produk makanan komersial.


Berbicara secara umum, makanan terbagi menjadi dua berdasarkan 21CF114, yaitu makanan yang memiliki nilai pH alami kurang dari pH 4.6 disebut makanan berasam, sementara yang pH nya lebih dari 4.6 disebut makanan kurang berasam.



Pengasaman Makanan

Contoh makanan yang sengaja diasamkan misalnya makanan kaleng, salsa, dan saus.



Dalam produksi makanan yang diasamkan, nilai pH akhir yang lebih tinggi dari 4,6 akan menghasilkan lingkungan yang mendukung tumbuhnya bakteria pembuat penyakit. Tidak hanya makanan yang rusak akan mengamcam kesehatan publik, ini juga bisa menghentikan operasi bisnis jika evaluasi lebih jauh dibutuhkan.



Praktik Terbaik dalam Pengukuran pH

Menentukan praktik terbaik dalam pengukuran pH dapat menjadi tantangan karena banyak variasi metode sampling, alat ukur, dan desain elektrode.


Di berbagai negara terdapat regulasi terkait metode dan kadar sampling yang tepat untuk parameter tertentu yang harus dilakukan agar menjamin keamanan konsumsi. Sebagian metode standar bahkan lebih spesifik dengan menentukan tipe peralatan dan derajat resolusinya.



Saat indikator strip pH dan metode sederhana lainnya tersedia, akurasi paling memungkinkan adalah dengan menggunakan pH meter dan electrode. Metode ini memberikan derajat presisi yang paling tinggi dan lebih tidak subjektif dibandingkan metode pengukuran berbasis kimia yang menggunakan indikator warna untuk menentukan pH.



Contoh pH meter yang dijual Ady Lab.


VIDEO: Conductivity Meter Hanna HI 9033

Berikut adalah penjelasan dari Tim Sales Manager Hanna Instrument mengenai salah satu produk conductivity meternya, HI 9033.


Conductivity meter adalah alat ukur digital untuk menentukan nilai konduktivitas listrik pada larutan. Pentingnya menentukan parameter ini dalam water treatment adalah, karena nilai ini menjadi indikasi material apa yang terkandung dalam larutan.


Semakin tinggi nilai konduktivitas listrik, artinya semakin banyak kandungan material "pengotor" selain air (H2O).



Setelah proses filtrasi, Anda harus mengecek ulang hasil filtrasi tersebut dengan mengukur menggunakan nilai konduktivitas nya. Semakin kecil konduktivitas listriknya, maka semakin murni air tersebut.

 

Powered by Themes24x7