• Lutron
  • Jellyfish
  • Hanna
  • Viqua
  • Cari alat-alat lab murah dan berkualitas? Jangan ragu-ragu, hubungi kami!

    Kami siap membantu Untuk memenuhi kebutuhan Anda

  • Laboratory Equipments and Supplies Alatlab.org merupakan salah satu situs resmi perusahaan CV. Ady Water

    yang bergerak di bidang perdagangan alat-alat laboratorium.

  • Kami tidak sekadar menjual barang Lebih dari itu,

    kami menjamin setiap produknya benar-benar memenuhi harapan dan kebutuhan para pelanggannya.

  • Kami juga melayani konsultasi gratis seputar alat-alat laboratorium

    maupun Water and Gas Treatment.

  • Lengkap dengan Teknisi berpengalaman, siap melayani jasa loading, unloading, start up,

    serta fully support BWRO/SWRO Projects.

Featured Home (TOP)

AD (728x90)

Selamat Datang. Ini 9 Alasan Memilih AlatLab.org

Click Me!

Para Pelanggan Kami ~ AlatLab.org

SWAN ANALYZER AMI CODES-II HC (Pengukuran Sistem Online)


Overview/Deskripsi Alat:
Proses analisa kolometri (metode iodometri) untuk pengukuran klorin diatas 80 ppm. Berikut beberapa fungsi alat Swan Analyzer AMI CODES-II HC yang dapat mengukur iodin dengan kadar konsentrasi diatas 80:
· Untuk penentuan online secara kontinu mengukur kadar disifektan berdasarkan metode kolorimetri (AWWA 4500-Cl C).
·  Nilai pengukuran: Klorin (Cl2) dan laju.
· Sistem telah dilengkapi termasuk pengukuran dan elektronik kontrol, phomotemeter, indicator laju, chamber reaksi, sistem dosis reagen, dan container reagen.
· Umumnya dosis device untik desifektan dapat dihubungkan melalui salah satu relay atau signal analog output
·  Mengukur total klorin 1 dan total klorin 2, diklorin, laju dan jika pH dan suhu terinstal
· Sistem alat lengkap termasuk pengukuran dan pengaturan elektronik, photometer, laju indicator, chamber reaksi, sistem dosing reagen dan containing reagen.
·  Semua dosis umum device untuk disifektan dan kontrol pH dapat dihubungkan melalui salah satu relay atau signal analog ouput. Kontrol dua All usual dosing devices for disinfectants and pH control can be connected either through relays or analog output signals. Keduanya dapat dioperasikan secara simultan.

Spesifikasi Alat:

Pengukuran Disifektan
Rentang Pengukuran (ppm)
Akurasi
Total klorin
5.0
40
±10%
Rentang Pengukuran (ppm)
5.0
80
±10%

Waktu Pengukuran
2 menit
Waktu Siklus
5 – 60 min.
Spesifikasi Transmitter
Power Supply
100 – 240 VAC, 50/60Hz atau 24 VDC
Daya Konsumsi
max. 30 VA
Kondisi Sampel
Konsumsi Air
min. 10 l/h
Tekanan Inlet AirWater inlet
0.15 – 2 bar
Suhu Sampel
5 – 50 °C
Panel
Dimensi
400 x 850 x 200 mm
Material
PVC
Massa
9.0 kg


SWAN ANALYZER AMI CODES-II CC (Pengukuran Sistem Online)


Overview/Deskripsi Alat:
Proses analisa Kolorimetrik (Colorimetric Process Analyzer) dengan menggunakan metode DPD untuk pengukuran dan kontrol dosing dari disifektasn seperti bebas klorin (free chlorine), asam hipoklorus, klorin dioksida, ozon, bromine, iodin dan monokloramine. Pada pengukuran secara online kontinue (continuous online) untuk menentukan disifektan alat ini telah dirancang berdasarkan metode kolometrik DPD (EN ISO 7393-2; APHA 4500 Cl-G). Berikut beberapa fitur – fitur alat Swan Analyzer AMI CODES-II CC.
·  Mengukur total klorin 1 dan total klorin 2, diklorin, laju dan jika pH dan suhu terinstal
· Sistem alat lengkap termasuk pengukuran dan pengaturan elektronik, photometer, laju indicator, chamber reaksi, sistem dosing reagen dan containing reagen.
·  Semua dosis umum device untuk disifektan dan kontrol pH dapat dihubungkan melalui salah satu relay atau signal analog ouput. Kontrol dua All usual dosing devices for disinfectants and pH control can be connected either through relays or analog output signals. Keduanya dapat dioperasikan secara simultan. 

Spesifikasi Alat:

Pengukuran Disifektan
Rentang Pengukuran (ppm)
Akurasi
Bebas Klorin, monoklorin, total residu klorin
0.00
1.00
±0.01 ppm
1.0
3.00
±0.06 ppm
3.00
5.00
±0.2 ppm
Kombinasi Klorin
Dihitung perbedaan dari total residu klorin and bebas klorin

Waktu Pengukuran
2 menit
Waktu Siklus bebas klorin
1 – 12 min.
Waktu siklus total residu klorin
6 – 60 menit
Rentang Pengukuran pH
2 – 12
Spesifikasi Transmitter
Power Supply
100 – 240 VAC, 50/60Hz atau 24 VDC
Daya Konsumsi
max. 30 VA
Kondisi Sampel
Konsumsi Air
min. 10 l/h
Tekanan Inlet AirWater inlet
0.15 – 2 bar
Suhu Sampel
5 – 50 °C
Panel
Dimensi
400 x 850 x 200 mm
Material
PVC
Massa
9.0 kg

ANALYZER AMI CODES-II (ANALISIS KLORIN PADA LIMBAH AIR)


Deskripsi Alat:
Proses analisa Kolorimetri (Colorimetric process analyze) (metode DPD) merupakan metode pengukuran untuk mengukur kontrol dosis desinfektan seperti klorin bebas, asam hypochlorus, klorin dioksida, ozon, brom, yodium dan monochloramine. Untuk penentuan pengukuran desinfektan secara online berdasarkan metode kolorimetri DPD (EN ISO 7393-2; APHA 4500 Cl-G).

Alat ini juga berlaku untuk air yang mengandung bahan aditif seperti inhibitor korosi, asam sianurat dan antiscalants. Sistem alat pengukuran yang dilengkapi berbagai macam fitur termasuk pengukuran dan kontrol elektronik, yaitu terdapat fotometer, indikator aliran, ruang reaksi, pereaksi sistem dosis dan wadah reagen. Pengukuran pH yang terintegrasi dengan berbagai variasi suhu yang diperlukan sesuai kebutuhan pengukuran. Semua perangkat dosisnya untuk desinfektan dan kontrol pH yang dapat dihubungkan melalui relay atau sinyal. Dua kontroler yang terpasang pada alat ini dapat beroperasi secara bersamaan.

Pilihan:
· Pilihlah alat ukur pH meter yang mengandung sensor pH, sensor suhu, kabel dan papan elektronik. 

· Output sinyal ketiga dipilih sebagai: Output sinyal, interface RS485 (Profibus DP atau Modbus) dan Logger Download kit (dengan proses HyperTerminal modul pembersihan.

· Modul pembersih bahan – bahn kimia.

Spesifikasi Alat:
Pengukuran Disifektan
Range Pengukuran [ppm]
Akurasi
Ozone
0.000
1.000
± 0.005 ppm
HOCL, bebas klorin, monochloramine
0.00
1.00
± 0.01 ppm
1.00
3.00
± 0.06 ppm
3.00
5.00
± 0.2 ppm
Klorin dioksida, iodin, bromin
0.00
2.00
± 0.02 ppm
2.00
6.00
± 0.12 ppm

Waktu Respon
90% merubah kandungan Cl in 60 detik setelah sampel diukur
Cycle time free chlorine
1 – 12 menit
Range pengukuran pH
2 – 12
Range pengukuran suhu
-30 – 100 °C
Spesifikasi Transmitter
Power Supply
100 – 240 VAC, 50/60Hz atau 24 VDC
Power consumption
maksimal 30 VA
Kondisi Sampel
Water consumption
minimal 10 l/h
Water inlet pressure
0.15 – 2 bar
Sample temperature
5 – 50 °C
Panel
Dimension
400 x 850 x 200 mm
Material
PVC
Massa
9.0 kg

Hindari 10 Kesalahan dalam Pengukuran pH Anda! (3)


Kesalahan Ketujuh: Tidak Melonggarkan atau Membuka Tutup Lubang Filling

Lubang filling seolah-olah seperti detail kecil dalam konstruksi elektrode pH yang bisa diisi ulang. Bagaimanapun, bukankah ini untuk menjaga elektrode untuk mengering bukan? Ya, tapi jika disekrup sangat kencang saat pertama kali Anda menerima elektrode, ini akan memberikan masalah.


Sebagian besar elektrode pH modern secara teknis adaldua elektrode dalam satu: elektrode detektor dan elektrode referensi. Elektrode referensi membutuhkan aliran elektrolit yang lambat dari dan keluar larutan.



Saat tutup ini disekrup dengan sangat kencang, elektrolit tidak bisa dengan mudah masuk dan keluar dari elektrode ke larutan.



Fenomena ini seperti menutup satu ujung sedotan dengan jari anda; yang meski di ujung satunya lagi bolong, cairan tidak akan keluar selama jari Anda menutup satu ujung tersebut. Ini akan menghasilkan pembacaan yang tidak akan stabil.



Kesalahan Kedelapan: Level Pemenuhan Elektrolit


Elektrode yang dapat diisi ulang memungkinkan Anda untuk mengisi ulang ketika mulai berkurang. Tapi, jika Anda tidak mengisi ulang elektrolit tersebut, pengukuran nilai pH tersebut akan berpengaruh.


Kecepatan response elektrode adalah masalah yang paling umum yang berhubungan dengan kadar elektrolit yang tidak cukup. Aliran elektrolit dari elektrode referensi memungkinkan sempurnanya pengukuran sel. Sehingga, pada akhirnya dapat mengambil nilai mV dari elektrode pH dan mengkonversikan ke nilai pH yang tepat.



Kesalahan Kesembilan: Kurang Terbenamnya Probe


Pengukuran pH haruslah dengan membenamkan probe elektrode secara sempurna ke dalam larutan agar berfungsi dengan baik.


Jika hanya menyentuhkan saja, maka sensor atau deteksi pengukuran pH tidak akan benar.



Kesalahan Kesepuluh: Menggunakan Elektrode yang Tua atau Kadaluarsa


Seperti halnya alat-alat lainnya, elektrode pH harus diganti dari masa ke masa sebagai bagian dari perawatan berkala. Ketika elektroda menua, bagian dari detektor kaca detektor akan mulai rusak dan kurang responsif dibandingkan dengan elektroda yang baru.


Lama kelamaan, elektrode akan berhenti untuk merespon terhadap perubahan pH.

Hindari 10 Kesalahan dalam Pengukuran pH Anda! (2)


Kesalahan Keempat: Tidak Membilas Elektroda

Salah satu kesalahan dalam penggunaan pH meter adalah tidak mengelap elektroda. Namun, bukan berarti elektroda ini dibiarkan begitu saja. Tetapi harus dibilas dengan larutan penyimpan. Misalnya, jika lemak melapisi elektroda, itu akan mengganggu waktu response. Bisa jadi Anda merasa bahwa pembacaan sudah stabil, namun kenyataannya karena perubahan yang terjadi sangatlah lambat.


Cara yang paling tepat adalah dengan membilas menggunakan larutan pembersih khusus untuk elektrode pH. Lebih baik lagi jika menggunakan untuk aplikasi yang Anda gunakan elektrode tersebut.



Kesalahan Kelima: Tidak Melakukan Kalibrasi


Kesalahan ini adalah karena tidak mengetahui dengan benar prosedur kalibrasi. Prosedur kalibrasi diberitahu kepada para pengguna pH meter karena tanpa kalibrasi, lama kelamaan elektrode akan menampilkan nilai yang menyimpang.


Untuk kalibrasi, digunakan larutan buffer kalibrasi yang sudah diketahui nilainya.



Kesalahan Keenam: Salah Memilih Elektrode



Semua elektrode pH dibuat dengan spesifikasinya masing-masing. Bahkan dengan teknik terbaik pun, tidak akan menghasilkan pengukuran nilai pH yang terbaik. Ini karena satu elektrode lebih cocok digunakan pada satu aplikasi dibandingkan aplikasi lainnya.


Ada beberapa bentuk probe elektroda, yaitu spherical, conical, dan flat. Bentuk-bentuk yang berbeda ini untuk pengukuran sampel yang berbeda-beda, yaitu sampel dalam bentuk larutan, semi-padatan, dan padatan, atau larutan yang memiliki padatan tersuspensi, seperti wine, limbah, dan makanan.

 

Powered by Themes24x7